Pedang Bertuliskan Nama Firaun Ditemukan di Barak Militer Kuno Mesir Berusia 3.200 Tahun
Para arkeolog juga menemukan dua blok batu kapur. Yang pertama bertuliskan prasasti hieroglif yang menyebutkan Ramses II. Sementara yang lain berukirkan nama seorang pejabat bernama "Bay".
Bangsa Mesir kuno menempatkan barak-barak tersebut di sepanjang jalan militer di Delta Nil bagian barat laut. Lokasinya memungkinkan pasukan untuk menghadapi kelompok-kelompok yang datang ke Delta Nil dari gurun barat atau melalui Laut Mediterania.
"Ini adalah penemuan penting untuk memahami strategi dan khususnya logistik militer Mesir di bawah Ramses II," kata Peter Brand , seorang profesor sejarah dan direktur Karnak Great Hypostyle Hall Project di University of Memphis di Tennessee, AS.
Situs militer lain yang dibangun oleh Ramses II, seperti benteng, telah ditemukan di Mesir barat laut. Akan tetapi, menurut Brand, kondisinya tidak terpelihara dengan baik seperti temuan terbaru tersebut.
"Persenjataan itu menunjukkan tempat itu dipersenjatai dengan baik dan bahkan mungkin mampu memproduksi beberapa senjata di tempat itu," kata Brand kepada Live Science melalui email.
Dia mengatakan, pedang perunggu itu kemungkinan diberikan kepada seorang perwira tinggi sebagai hadiah kerajaan. Brand mencatat bahwa nama dan gelar raja yang terukir di atasnya meningkatkan prestise pemiliknya sekakigus "mengiklankan" kekayaan, kekuasaan, dan kemurahan hati firaun kepada pejabatnya.
Profesor ilmu klasik dan sejarah kuno di University of Auckland di Selandia Baru, Anthony Spalinger, yang tidak terlibat dalam penggalian tersebut, mengatakan penemuan situs itu sesuai dengan catatan tekstual yang menunjukkan bahwa sebuah kelompok yang disebut "orang-orang Libya" menjadi ancaman yang semakin besar bagi Mesir. "Benteng/garnisun itu dimaksudkan untuk mengendalikan pintu masuk ke Mesir," kata Spalinger kepada Live Science.
Editor: Ahmad Islamy Jamil