PBB Tak Ikut Pertemuan Board of Peace Trump pada 19 Februari
NEW YORK, iNews.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan tak akan mengikuti pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington DC.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, sejauh ini tak ada satu pun wakil PBB dalam pertemuan tersebut.
"Tidak, saya tidak mengetahui kita akan (ikut serta dalam pertemuan Dewan Perdamaian), bahwa kita akan memiliki perwakilan di Washington. Jika itu berubah, saya akan memberi tahu Anda," kata Dujarric, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (13/2/2026).
Dujarric menjelaskan, PBB akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Board of Peace melalui Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov.
Prabowo bakal Hadiri Rapat Perdana Dewan Perdamaian Bentukan Trump di AS
Trump dilaporkan akan mengumumkan proyek senilai ratusan triliun rupiah untuk rekonstruksi Jalur Gaza selama pertemuan tersebut.
Kantor berita Reuters, mengutip beberapa sumber pejabat AS, melaporkan pertemuan tersebut akan dihadiri delegasi dari setidaknya 20 negara, termasuk kepala negara. Bahasan pertemuan akan fokus pada pemulihan Jalur Gaza serta iuran dari anggota Board of Peace.
Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari
Namun Trump juga akan menjelaskan rencana pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang telah disahkan melalui resolusi PBB pada November 2025. Beberapa negara telah bersedia mengirim ribuan personel pasukan dalam beberapa bulan mendatang.
Sumber pejabat AS juga mengatakan, agenda lain membahas isu kemanusiaan serta pembentukan kepolisian Gaza.
Trump pada 16 Januari lalu mengumumkan pembentukan Board of Peace yang anggotanya meliputi Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, penasihat yang juga menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Trump juga mengundang para pemimpin 50 negara untuk bergabung, termasuk dari musuh seperti China, Rusia, dan Belarusia.
Editor: Anton Suhartono