Paus Leo XIV Dilantik di Vatikan, Ini Makna Cincin Nelayan dan Pallium sebagai Simbol Suci Kepausan
Sebelum Misa dimulai, Paus Leo XIV mengunjungi makam Rasul Petrus di bawah altar utama Basilika. Di sana, Paus memanjatkan doa dan memberi penghormatan dengan dupa. Tindakan ini menjadi simbol kuat akan keterhubungan spiritual antara Paus dan pendiri Gereja Katolik.
Dua diakon membawa Pallium, Cincin Nelayan, serta Kitab Injil, dan memimpin prosesi menuju altar utama yang berada di Lapangan Santo Petrus.
Dalam prosesi menuju altar, dinyanyikan Laudes Regiae, sebuah litani kuno yang memohon perantaraan para santo, martir, dan Paus kudus Gereja. Sementara itu, permadani besar bergambar mukjizat penangkapan ikan menghiasi pintu utama Basilika, menggambarkan percakapan Yesus dan Petrus, sebagai tema sentral dalam Liturgi Sabda.
Di dekat altar, hadir pula lukisan Bunda Maria Penasehat Baik dari tempat ziarah Genazzano, menambah suasana devosi dalam perayaan.
Setelah pemberkatan air suci, perayaan dilanjutkan dengan nyanyian Gloria dan doa pembukaan (Kolekta), yang menegaskan rencana Allah membangun Gereja-Nya di atas batu karang Petrus.