Pasutri di China Didenda Rp1,6 Miliar karena Punya 7 Anak
Pasutri tersebut mengatakan tidak mampu membayar hukuman denda. Penghasilan Liu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Liu pernah mengajukan permohonan untuk membayar denda itu dengan mencicil, namun tetap tidak bisa memenuhinya.
Beruntung otoritas kesehatan setempat berpihak ke Liu. Mereka mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mencabut penegakan hukuman terhadap keluarga Liu.
Otoritas kesehatan mempertimbangkan untuk membuat hukuman lain karena sanksi yang ada tidak sesuai dengan kondisi keluarga tersebut.
Informasi soal pasutri tersebut memicu kontroversi di media sosial, banyak netizen berpendapat hukuman denda bertentangan dengan perubahan struktur masyarakat China.
Mereka justru menyarankan pasangan itu diberi penghargaan, bukan hukuman, karena menutupi angka kelahiran di China yang menurun.
Ahli demografi dan peneliti senior Center for China and Globalization Huang Wenzheng hukuman tersebut akan mengirimkan sinyal yang salah. Dalam kondisi saat ini, persalinan malah justru dianjurkan di China.
Editor: Anton Suhartono