Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel-Lebanon Gelar Perundingan Langsung di AS, Tak Ada Kesepakatan yang Dicapai
Advertisement . Scroll to see content

Pasukan UNIFIL Diserang di Lebanon, Italia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel

Selasa, 14 April 2026 - 20:23:00 WIB
Pasukan UNIFIL Diserang di Lebanon, Italia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel
Giorgia Meloni mengumumkan penghentian kerja sama pertahanan dengan Israel terkait serangan terhadap pasukan UNIFIL asal Italia di Lebanon (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Italia menghentikan sementara perjanjian pertahanan dengan Israel. Perjanjian itu meliputi pertukaran peralatan serta penelitian teknologi militer.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan, penghentian kerja sama pertahanan tersebut dilakukan atas dasar kejahatan yang dilakukan Israel, terutama baru-baru ini di Lebanon. 

“Mengingat situasi saat ini, pemerintah memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan perjanjian pertahanan otomatis dengan Israel,” kata Meloni, seperti dilaporkan kantor berita Italia ANSA dan AGI, Selasa (14/4/2026).

Perjanjian pertahanan Italia-Israel diteken pada 2006 dan diperbarui secara otomatis setiap 5 tahun. Perjanjian tersebut menyerukan kerja sama seluruh industri pertahanan, pendidikan dan pelatihan personel militer, penelitian dan pengembangan, serta teknologi informasi.

Pemerintahan Meloni merupakan salah satu sekutu terdekat Israel di Eropa. Meski demikian dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahannya mengkritik serangan Israel terhadap Lebanon.

Ketegangan Italia-Israel kembali meningkat sejak sepekan terakhir setelah pemerintah Italia menuduh pasukan Israel melepaskan tembakan ke konvoi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Italia di Lebanon. Serangan itu merusak setidaknya satu kendaraan namun tidak menyebabkan korban.

Akibat kejadian itu Italia memanggil duta besar (dubes) Israel di Roma untuk menyampaikan protes. 

Israel kemudian memanggil dubes Italia terkait komentar Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani yang mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil Lebanon. Tajani menegaskan serangan Israel itu tidak bisa diterima.

Tajani, yang juga menjabat wakil perdana menteri Italia, berada di Beirut, Lebanon, pada Senin (13/4/2026) untuk bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun dan mitranya, Youssef Raggi.

Dia lalu mengunggah pesan di media sosial X, menyampaikan solidaritas Italia menyusul serangan Israel terhadap penduduk sipil.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut