MOSKOW, iNews.id – Pasukan Rusia dilaporkan bekerja sepanjang waktu menyiagakan sistem rudal antipesawat baru untuk mempertahankan diri dari serangan rudal dan udara oleh Ukraina. Hal itu diungkapkan oleh kantor berita Interfax, Minggu (25/12/2022), dengan mengutip Kementerian Pertahanan Rusia.
Menurut laporan itu, para personel militer Rusia yang mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300V saat ini telah menguasai area posisi baru dari sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh buatan Moskow itu.
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
“Unit-unit pertahanan udara Distrik Militer Barat terus bertugas di area posisi baru dalam tugas tempur sepanjang waktu,” kata Kemhan Rusia.
Distrik Militer Barat adalah salah satu dari lima distrik militer Rusia. Distrik tersebut menggabungkan beberapa daerah yang berbatasan dengan Ukraina, termasuk Wilayah Belgorod dan Bryansk. Distrik Militer Barat juga mencakup eksklave Kaliningrad.
Ledakan Terdengar di Pangkalan Udara Engels di Pedalaman Rusia, Ulah Siapa?
Mengutip seorang komandan militer Rusia, Interfax melaporkan bahwa sistem pertahanan udara S-300V mampu melacak target pada jarak hingga 204 km dan pada ketinggian hingga 30 km.
Editor: Ahmad Islamy Jamil