Pasang Panggung dan Layar Raksasa, Rusia Segera Rayakan Bergabungnya 4 Wilayah Ukraina
Untuk meresmikan bergabungnya empat wilayah Ukraina tersebut, Rusia harus membuat semacam perjanjian yang diratifikasi oleh parlemen. Setelah itu keempat wilayah baru resmi disebut sebagai bagian dari Rusia.
Dengan disahkannya empat wilayah tersebut sebagai bagian dari Rusia, Putin kemungkinan akan mengerahkan pasukan dan peralatan perangnya, bahkan mungkin kekuatan nuklir. Dia pernah memperingatkan akan menggunakan senjata nuklir untuk melindungi seluruh wilayah Rusia dari serangan.
Referendum itu dikecam Ukraina dan negara Barat. Terlebih ada warga yang bercerita dipaksa untuk memberikan suara dalam referendum. Rata-rata petugas di wilayah-wilayah yang direbut Rusia sejak invasi pada 24 Februari mendatangi langsung rumah satu per satu, tidak menyediakan TPS. Mereka menyerahkan surat suara untuk diisi warga.
Seorang warga mengisahkan dia mengisi surat suara dengan pengawalan petugas bersenjata, semacam intimidasi.
Rusia membantah tuduhan itu dengan mengatakan pemungutan suara bersifat sukarela, sesuai dengan hukum internasional. Selain itu tingkat partisipasi pemilih tinggi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggalang dukungan internasional untuk menentang refeendum dengan menghubungi para pemimpin asing, di antaranya Inggris, Kanada, Jerman, dan Turki.
"Terima kasih semua atas dukungan Anda yang jelas dan tegas. Terima kasih telah memahami posisi kami," kata Zelensky, dalam pesan video pada Rabu malam.
Editor: Anton Suhartono