WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan kecewa jika Korea Utara (Korut) menyiapkan ultimatum di akhir tahun. Ungkapan itu terkait dengan nasib pembicaraan nuklir mereka, yang dituntut Korut bisa diselesaikan pada akhir tahun.
Korut mengeluarkan deklarasi yang semakin lantang dalam beberapa pekan terakhir, bahkan menjanjikan "hadiah Natal" yang tidak menyenangkan jika AS tidak membuat beberapa konsesi baru terkait denuklirisasi.
Israel Ingin Ubah Stempel Paspor dari Negara Palestina Jadi Dewan Perdamaian
Utusan AS untuk perundingan dengan Korea Utara, Stephen Biegun, mengatakan di Seoul bahwa Korut bertingkah bermusuhan dan negatif; dan Trump mengkalim dirinya memperhatikan hal itu.
"Kita akan lihat. Saya akan kecewa jika ada sesuatu yang terjadi. Dan jika ya, kami akan membereskannya," kata Trump di Gedung Putih, seperti dilaporkan AFP, Selasa (17/12/2019).
"Kami mengawasinya dengan sangat cermat."
Negosiasi antara AS dan Korut sebagian besar terhenti sejak gagalnya KTT Februari di Hanoi antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Korea Utara menyatakan jika AS gagal membuat tawaran yang dapat diterima, mereka akan mengadopsi cara baru yang hingga kini masih belum diketahui.
Korut melakukan serangkaian uji coba di fasilitas roket Sohae bulan ini, setelah sejumlah senjata diluncurkan dalam beberapa pekan terakhir.
"Ini merupakan keprihatinan -retorika mereka," ujar Menteri Pertahanan AS Mark Esper.
Jepang dan negara lain menyebut peluncuran baru-baru ini melibatkan rudal balistik, yang dilarang diuji coba Korut di bawah sanksi PBB.
Editor: Nathania Riris Michico