Pangeran Saudi Sebut Negaranya Nyaris Normalisasi Hubungan dengan Israel sebelum Serangan Hamas 7 Oktober
Menurut Pangeran Khalid kepentingan Palestina adalah perhatian utama dalam negosiasi Saudi dengan Israel. Dia pun menyatakan, kepentingan rakyat Palestina adalah yang paling penting.
“Ini bukan rencana perdamaian Saudi-Israel, ini adalah rencana perdamaian Palestina-Israel,” tuturnya.
Ketika ditanya apakah Hamas dapat memainkan peran dalam masa depan Negara Palestina, dia mengatakan, hal ini memerlukan banyak pemikiran dan kerja keras. “Jika Anda melihat Irlandia saat ini, banyak anggota partai terbesarnya saat ini yang sudah dicap sebagai teroris 40 tahun lalu di Inggris,” ucap sang pangeran.
Karena itu, menurut dia selalu ada ruang untuk perubahan jika semua orang punya optimisme dan harapan. Namun ketika terjadi perang, hal pertama yang harus disadari oleh semua pihak adalah tidak ada pemenang dalam konflik tersebut.
“Dan ketika kedua belah pihak kalah, kedua belah pihak kemudian bersedia berkompromi. Dan jika tidak ada kompromi, tidak ada solusi.”
Editor: Ahmad Islamy Jamil