Pabrik China di Myanmar Dibakar Massa, Perusahaan Taiwan Pasang Bendera dan Tanda Khusus
China pun mendesak militer Myanmar melindungi pabrik serta staf perusahaan dari aksi brutal massa. Sedikitnya 22 demonstran ditembak mati dalam kerusuhan di Hlaingthaya. Ribuan orang menghalangi kendaraan pemadam kebakaran yang hendak memadamkan api di pabrik-pabrik yang dibakar.
Sentimen anti-China meningkat sejak kudeta menggulingkan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari karena dianggap mendukung pemerintahan junta. Sementara itu Taiwan juga menjadi rumah bagi populasi keturunan Burma serta adanya hubungan budaya dan bisnis yang kuat.
Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan, satu perusahaan Taiwan menjadi target serangan tersebut. Ada 10 warga negara terjebak di pabrik namun mereka aman.
Kantor perwakilan Taiwan telah menghubungi perusahaan setelah mendapat laporan adanya serangan terhadap perusahaan-perusahaan yang didanai China.
Beberapa perusahaan Taiwan di Asia Tenggara pernah menjadi korban salah sasaran massa yang mengincar fasilitas China.
Pada 2014 ribuan warga Vietnam membakar pabrik asing sebagai reaksi kemarahan terhadap pengeboran minyak di Laut China Selatan yang disengketakan kedua negara.
Editor: Anton Suhartono