Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara
Advertisement . Scroll to see content

Operasi Penumpasan Milisi Pemberontak, Tentara Prancis Malah Tewaskan Warga Sipil

Rabu, 02 September 2020 - 07:46:00 WIB
Operasi Penumpasan Milisi Pemberontak, Tentara Prancis Malah Tewaskan Warga Sipil
Tentara Prancis tengah bertugas di Mali. (foto: Defence Post)
Advertisement . Scroll to see content

GAO, iNews.id - Insiden pecegatan oleh tentara anti-jihadis Prancis di Mali menewaskan warga sipil saat sebuah bus melintas pos pemeriksaan. Militer Prancis mengklaim insiden tersebut sebagai sebuah ketidaksengajaan, namun pernyataan berbeda diungkap pemilik bus.

Pasukan anti-jihadis Prancis berusaha menghentikan sebuah bus yang hendak melalui pos pemeriksaan di kota Gao, 50 kilometer utara Mali pada Selasa (1/9/2020). Kota Gao dikenal sebagai lokasi keberadaan milisi pemberontak Mali yang kerap membuat kekecauan bersenjata.

Tentara Prancis terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke tanah karena bus tersebut nampak tidak menurunkan kecepatan, tetapi dua peluru memantul dan mengenai kaca depan. Insiden itu melukai tiga warga sipil dalam bus, salah satunya kemudian dinyatakan tewas.

"Penumpang yang terluka parah dievakuasi dengan helikopter ke rumah sakit pasukan Prancis Barkhane di Gao, tetapi meninggal karena luka-lukanya," demikian pernyataan militer Prancis dikutip dar AFP, Rabu (2/9/2020).

Militer Prancis menegaskan tindakan tersebut sudah sesuai dengan standar prosedur operasi tentara di perbatasan, bukan sebuah kesengajaan.

"Semua langkah telah diambil untuk memastkan urutan kejadian yang tepat. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban," lanjutnya.

Pernyataan berbeda dilontarkan direktur perusahaan bus nahas tersebut, Abdoulaye Haidara. Dia membantah klaim versi militer yang mengatakan sopir bus menolak berhenti karena tidak mendengar tembakan peringatan.

Prancis mengerahkan lebih dari 5.000 tentara dalam pasukan anti-jihadis Barkhane di Afrika Barat, termasuk Mali yang sekarang di bawah kendali junta militer usai melakukan kudeta kekuasaan dua minggu lalu.

Di Mali, ribuan tentara Prancis ditempatkan di wilayah yang berada di luar kendali pemerintah pusat. Prancis juga menempatkan ribuan tentara di negara Afrika Barat lainnya seperti Burkina Faso, Chad, Mauritania dan Niger sebegai upaya memerangi terorisme.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut