Ngeri, Begini Detik-Detik Baku Tembak Polisi dengan Bandar Narkoba yang Tewaskan 25 Orang
Pertumpahan darah tersebut memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International. Organisasi itu mengutuk polisi atas penghilangan nyawa orang dengan cara “tercela dan tidak dapat dibenarkan” di lingkungan yang sebagian besar dihuni oleh orang-orang kulit hitam dan rakyat miskin.
“Jumlah orang yang tewas dalam operasi polisi ini harus dicela. Adalah fakta bahwa, pembantaian ini sekali lagi terjadi di Favela,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Brasil, Jurema Werneck, dikutip Reuters, Jumat (7/5/2021).
Kata “Favela” di Brasil merujuk pada lingkungan yang dikelola oleh sekelompok orang secara informal dan minim pelayanan publik dari pemerintah.
Pada 2005, polisi juga menggerebek kawasan Baixada Fluminense di pinggiran utara Rio de Janeiro yang penuh kekerasan. Operasi kala itu menewaskan 29 orang.
“Hari ini menjadi salah satu korban tewas terbesar dalam operasi polisi di Rio, melebihi 19 orang (tewas) di kawasan kumuh Complexo do Alemão pada 2007. Bedanya, kami tidak kehilangan satu pun personel kami saat itu,” kata kepala kepolisian setempat, Ronaldo Oliveira.