Netanyahu Klaim Dapat Restu dari Trump Perluas Operasi di Gaza
Kepala Staf IDF Tolak, Hubungan dengan Netanyahu Memburuk
Klaim restu dari Trump itu justru memperdalam krisis antara Netanyahu dengan pimpinan militer. Zamir disebut-sebut menolak rencana pendudukan sebagian Gaza tanpa adanya peta jalan politik dan strategi pembebasan sandera yang jelas.
Stasiun televisi Israel KAN dan Channel 13 melaporkan, Zamir bahkan membatalkan kunjungan resmi ke Amerika Serikat (AS) menyusul kegagalan perundingan gencatan senjata dengan Hamas serta tekanan kuat dari pemerintah untuk melanjutkan agresi.
Channel 12 juga mengungkap, Zamir muak dengan keterputusan antara agenda militer dan keputusan politik. Dia mempertimbangkan pengunduran diri sebagai jalan keluar dari kebuntuan strategis ini.
Ketegangan Militer-Politik Memburuk
Keretakan antara Netanyahu dan pimpinan militer kian terlihat saat beberapa menteri kabinet mulai melontarkan kritik terbuka terhadap militer dalam berbagai rapat, menyalahkan mereka atas lambatnya kemajuan dalam membebaskan sandera Israel di Gaza.
Meski IDF telah menjalankan serangkaian operasi besar, hasilnya dinilai belum signifikan dalam hal pembebasan sandera maupun memperkuat posisi strategis Israel di wilayah konflik.
Netanyahu mengandalkan dukungan politik eksternal, termasuk dari Trump, untuk mengukuhkan posisinya di tengah tekanan internal. Klaim restu dari Washington juga dipandang sebagai upaya untuk meyakinkan publik Israel bahwa pendudukan sebagian Gaza memiliki legitimasi internasional.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Trump mengenai pernyataan Netanyahu tersebut.
Editor: Anton Suhartono