YERUSALEM, iNews.id - Serangan Israel menyasar warga sipil di GazaPalestina. Gedung permukiman hingga sekolah hancur akibat serangan rudal.
Melansir dari Aljazeera, Sabtu (10/10/2023), warga Gaza ketakutan akibat serangan mematikan itu. Lebih dari 600 orang tewas termasuk anak-anak.
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Salah satu warga Gaza, Asma Tayeh menceritakan suasana mencekam di kamp pengungsian. Sejak Sabtu, dia terus mencari nama-nama korban meninggal untuk mencari saudara, teman dan keluarga.
"Untungnya, kami masih baik-baik saja dan tinggal di rumah kami, tetapi kami sama sekali tidak merasa aman," kata dia.
Lebih dari 900 Warga Israel Tewas akibat Serangan Pejuang Palestina
Dia menyebut suasana tidak akan aman meski serangan sudah berhenti. Rakyat Gaza terus diteror militer Israel.
Sementara itu, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
Senator AS Usul Bantuan ke Ukraina Dialihkan untuk Israel
Selama panggilan tersebut, MBS mengatakan bahwa Arab Saudi sedang melakukan upaya maksimal untuk berinteraksi dengan semua pihak internasional dan regional guna menghentikan eskalasi yang sedang berlangsung.
Arab Saudi disebut terus mendukung rakyat Palestina dalam upaya mereka untuk mendapatkan hak-hak mereka yang sah.
Presiden Erdogan Siap Jadi Mediator Perdamaian Israel dan Palestina
Selain itu, Abbas juga sudah menelepon Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Dia mendesak PBB mendesak segera turun tangan dan menghentikan agresi Israel terhadap warga Palestina.
Abbas juga mengulangi bahwa satu-satunya solusi untuk eskalasi regional adalah penyelesaian politik yang mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq