Negara-Negara Eropa Kecam Keputusan Israel Bangun Ribuan Permukiman Yahudi di Palestina
BERLIN, iNews.id - Negara-Negara besar Eropa mengecam keputusan Israel yang menyetujui pembangunan ribuan permukiman warga Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina.
Mereka menyebut keputusan itu sebagai langkah kontraproduktif yang merusak upaya perdamaian di Timur Tengah.
"Perluasan permukiman melanggar hukum internasional serta membahayakan kelangsungan solusi dua negara untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi bagi konflik Israel-Palestina," demikian pernyataan bersama para menteri luar negeri Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Spanyol.
"Seperti telah kami tekankan langsung kepada pemerintah Israel, langkah ini merusak upaya untuk membangun kembali kepercayaan antarberbagai pihak terkait untuk melanjutkan dialog," kata pernyataan, seraya mendesak penghentian segera pembangunan permukiman.
Parlemen Israel Setujui Perdamaian dengan Uni Emirat, Anggota Partai Arab Menentang
Para menteri menegaskan, mendorong pembangunan lebih banyak permukiman merupakan langkah kontraproduktif mengingat perkembangan positif dari kesepakatan normalisasi yang dicapai antara Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
UEA dan Bahrain meneken perjanjian damai dengan Israel di Gedung Putih, Amerika Serikat, pada 15 September, menyudahi permusuhan puluhan tahun dengan Israel.
Baru Sebulan Teken Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Akan Bangun Ribuan Permukiman Yahudi
Kekuatan Barat berharap kesepakatan itu membawa angins sejuk dengan menghadirkan stabilitas regional serta mendorong perdamaian.
Namun Palestina menganggap langkah UEA dan Bahrain menusuk dari belakang atau berkhianat. Penandatanganan perjanjian damai itu melanggar insiatif Liga Arab di mana negara-negara anggotanya berkomitmen tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel sampai kemerdekaan Palestina terwujud.
Pertemuan Bersejarah Menlu UEA dan Israel di Monumen Pembantaian Yahudi
Editor: Anton Suhartono