Negara Ini Bakal Bunuh 200 Gajah, Bagikan Dagingnya untuk Warga Miskin
"Jika dihitung-hitung, hasilnya tidak signifikan. Orang-orang tidak mau bicara fakta," kata Farawo, seperti dikutip dari AFP.
Selain itu daging hewan yang disembelih akan didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan pangan, sementara gadingnya akan menambah persediaan menjadi sebanyak 130 ton.
Selain itu, lanjut Farawo, kekeringan menyebabkan gajah dan satwa liar lain masuk ke permukiman warga untuk mencari makanan dan air. Kondisi itu terkadang berakibat fatal.
Pada kuartal pertama 2024, 30 orang tewas akibat konfrontasi manusian dengan satwa liar. Gajah menyumbang 60 persen dari penyebab kematian.
Langkah memburu gajah untuk makanan dikritik beberapa pihak, terutama karena hewan-hewan tersebut merupakan daya tarik utama bagi wisatawan.
"Pemerintah harus memiliki metode yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengatasi kekeringan tanpa memengaruhi pariwisata," kata direktur lembaga nirlaba Centre for Natural Resource Governance, Farai Maguwu.
Editor: Anton Suhartono