Negara ASEAN yang Memiliki Iklim Subtropis, Apakah Ada?
Wilayah Myanmar yang berada di sekitar garis khatulistiwa dipengaruhi oleh angin musim dengan suhu udara rata-rata sedang.
Lalu wilayah Myanmar bagian tengah memiliki rata-rata suhu tinggi.
Terakhir, karena wilayah Myanmar bagian Utara terdapat pegunungan tinggi yaitu Pegunungan Himalaya sehingga suhu udaranya dingin.
Musim di Myanmar terbagi menjadi tiga macam, yakni musim hujan yang terjadi pada Mei-Oktober, musim kemarau yang terjadi pada bulan November-Februari, serta musim kemarau panas terjadi mulai bulan Maret-April.
Perkiraan suhu rata-rata tahunan Myanmar adalah 22 derajat Celcius hingga 27 derajat Celcius setiap tahunnya.
Iklim subtropis adalah iklim yang berada pada wilayah di belahan utara dan belahan selatan setelah kawasan tropis yang dibatasi oleh garis balik utara dan garis balik selatan pada. Iklim subtropis ini berada pada 23,5 derajat LU - 40 derajat LU dan 23 derajat LS - 40 derajat LS.
1. Memiliki musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
2. Rata-rata curah hujan antara 750-1000 mm per tahun.
3. Siang hari cenderung lebih lama di musim panas ketimbang musim dingin dan kebalikannya saat musim dingin waktu di siang hari terasa lebih singkat.
4. Jenis tumbuhan yang hidup relatif sedikit.
5. Pohon di wilayah subtropis memiliki daun lebar dan hijau pada musim dingin dan berguguran pada musim panas.
6. Memiliki kelembapan lebih rendah, khususnya pada musim dingin yang disertai hujan salju. Hal itu karena di wilayah atau kawasan iklim subtropis memiliki 4 musim.
Nah, itulah ulasan singkat iNews.id tentang negara ASEAN yang memiliki iklim subtropis.
Editor: Komaruddin Bagja