Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Akan Serang Iran Habis-habisan jika Terus Ulur Waktu Sepakati Perdamaian
Advertisement . Scroll to see content

NATO Ingin Eropa Jadi Zona Schengen Militer, Begini Peringatan Keras Rusia

Jumat, 24 November 2023 - 19:01:00 WIB
NATO Ingin Eropa Jadi Zona Schengen Militer, Begini Peringatan Keras Rusia
Ilustrasi relasi NATO dan Uni Eropa. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

“Aliansi (NATO) ini selalu menganggap negara kami sebagai apa yang disebut musuh nosional. Sekarang mereka secara terbuka menganggap negara kami sebagai musuh yang nyata. (Pernyataan Sollfrank) ini tidak lebih dari sekadar memicu ketegangan di Eropa yang mempunyai konsekuensi,” kata Peskov kepada wartawan, Jumat (24/11/2023).

Dia menuturkan, gagasan “Zona Schengen Militer” semakin menunjukkan bahwa Eropa tidak mau mendengarkan kekhawatiran Rusia soal masalah keamanan regional. Eropa bahkan siap meningkatkan keamanannya sendiri dengan mengorbankan Rusia.

“NATO-lah yang terus-menerus memindahkan infrastruktur militernya ke arah perbatasan kami (Rusia). Bukan kami yang bergerak menuju infrastruktur NATO,” ujar Peskov. 

“NATO bergerak ke arah kami. Dan ini pasti menimbulkan kekhawatiran dan mengarah pada tindakan pembalasan (dari Rusia) untuk menjamin keamanan kami sendiri,” kata dia.

Sejak berakhirnya Perang Dingin dan runtuhnya Uni Soviet, NATO telah memperluas wilayahnya sekitar 1.000 km ke arah timur, mencakup negara-negara bekas Pakta Warsawa seperti Polandia dan negara-negara Baltik. NATO juga melipatgandakan panjang sayap timurnya menjadi beberapa negara, hingga totalnya kini 4.000 kilometer.

Saat ini, NATO secara aktif mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia. Kiev pun berharap suatu hari nanti dapat bergabung dengan aliansi militer pimpinan Amerika Serikat tersebut. 

Namun NATO sendiri tidak ingin berperang dengan Rusia, lantaran para pemimpin Barat juga takut mengingat luasnya persenjataan nuklir yang dimiliki Moskow.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut