Nah, Trump Tak Akan Paksa Netanyahu Akui Negara Palestina
“Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi dua negara, itu akan bergantung pada Israel, orang lain, dan saya,” ujarnya.
Enggan Tekan Netanyahu
Dalam wawancara yang sama, Trump menegaskan tidak akan terus-menerus menekan Netanyahu untuk mengakui negara Palestina. Dia menilai hubungan pribadi dan kerja sama eratnya dengan pemimpin Israel itu sudah cukup untuk menjaga stabilitas kawasan.
“Saya tidak akan mendesaknya. Dia baik-baik saja,” ujar Trump.
Meski tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari pernyataan tersebut, Trump menggambarkan Netanyahu sebagai sosok kuat yang dibutuhkan Israel saat ini.
“Dia adalah perdana menteri masa perang. Saya bekerja sama sangat baik dengannya. Saya perlu sedikit mendesaknya, dengan cara apa pun. Saya rasa saya telah melakukan tugas yang hebat dalam mendesaknya,” katanya.
Trump Puji Netanyahu: Pemimpin yang Sulit Didikte
Trump juga memuji Netanyahu sebagai pemimpin berbakat dan tangguh, menyebutnya tidak mudah didikte oleh pihak mana pun, termasuk oleh AS.