Nah! Presiden AS Bill Clinton Sempat Ajak Rusia Gabung NATO
Momen tersebut menunjukkan adanya peluang historis yang, jika berjalan berbeda, bisa saja mengubah arah hubungan AS-Rusia saat ini.
Dalam pertemuan itu, Clinton juga meminta bantuan atau mengajak kerja sama Putin untuk memburu pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.
“Bagaimana dengan kerja sama anti-terorisme antarnegara kita, khususnya melawan Osama bin Laden?” kata Clinton kala itu, seraya mengusulkan strategi terkoordinasi antara Washington dan Moskow.
Putin, yang baru dilantik sebagai presiden, menyambut baik gagasan tersebut. Dia menekankan perlunya front bersama menghadapi terorisme internasional, sejalan dengan tantangan yang sedang dihadapi Rusia di Kaukasus Utara.
Pada kenyataannya, Osama tewas dalam serangan pasukan elite AS Navy SEAL di Abbotabad, Pakistan, pada 2011.
Setelah serangan teror 9/11 di AS pada 2001, AS dan Rusia sempat membangun kerja sama erat, termasuk membentuk satuan tugas gabungan antiteror. Namun, hubungan kembali memburuk ketika AS memilih jalur intervensi militer sepihak ke Irak pada 2003, yang dikecam keras oleh Rusia.
Sejak itu, kecurigaan kedua pihak semakin besar. Hubungan makin runtuh setelah eskalasi konflik Ukraina pada 2022, yang membuat kerja sama praktis berhenti.
Editor: Anton Suhartono