Nah! Netanyahu Bantah Partainya Ingin Caplok Tepi Barat, Salahkan Oposisi Israel
“Ini adalah upaya oposisi untuk menimbulkan perpecahan di tengah kunjungan penting Wakil Presiden AS JD Vance ke Israel,” tambahnya.
Sebelumnya, Knesset sempat menyetujui dua rancangan awal terkait pencaplokan Tepi Barat dan blok permukiman Ma’ale Adumim. Meski belum menjadi undang-undang (UU), langkah itu memicu kecaman global dan mengancam hubungan diplomatik Israel-AS.
Presiden Trump bahkan memperingatkan akan menghentikan seluruh dukungan Washington jika Israel benar-benar melanjutkan langkah pencaplokan tersebut.
“Kami tidak akan mendukung tindakan yang dapat memperburuk ketegangan di Timur Tengah,” ujar Trump.
Setelah tekanan tersebut, Netanyahu akhirnya menginstruksikan ketua koalisi Pemerintah Ofir Katz untuk menghentikan seluruh pembahasan terkait penerapan kedaulatan di wilayah Yudea dan Samaria, sebutan Israel untuk Tepi Barat, hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Langkah mundur ini memperlihatkan posisi sulit Netanyahu yang harus menyeimbangkan tekanan politik dalam negeri dari kelompok sayap kanan dengan tuntutan internasional untuk menghentikan ekspansi wilayah.
Meski menyangkal keterlibatan partainya, tekanan terhadap pemerintah Israel diperkirakan masih akan terus meningkat selama isu pencaplokan Tepi Barat belum benar-benar ditutup.
Editor: Anton Suhartono