Myanmar Murka Tak Diajak Pertemuan: Satu Kursi Kosong Tak Bisa Disebut KTT ASEAN
“Jika kursi yang mewakili suatu negara kosong, maka itu tidak boleh disebut sebagai KTT ASEAN. Apa yang mereka inginkan adalah agar kita bertemu dan berbicara dengan para teroris," kata Zaw Min Tun, seraya menegaskan pemerintahannya sedang berupaya mengimplementasikan rencana perdamaian, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/8/2022).
Myanmar menyebut kelompok pro-demokrasi yang mengangkat senjata untuk melawan pemerintahan militer dengan teroris.
Dia juga menuduh ASEAN telah melanggar aturan sendiri yakni tak akan mencampuri urusan dalam negeri anggotanya. sambil menyebut istilah tekanan eksternal. Min Tun tak menjelaskan siapa pihak luar yang disebutnya berperan memengaruhi ASEAN.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kamboja tidak mengomentari tuduhan tersebut.
Juru Bicara Kemlu Kamboja Chum Sounry hanya mengatakan, ASEAN berharap situasi di Myanmar bisa membaik dan bersatu lagi, sehingga bisa kembali menjadi anggota keluarga ASEAN yang tak terpisahkan.
Kamboja merupakan pemegang kepemimpinan ASEAN tahun ini.
Editor: Anton Suhartono