Myanmar Kian Memprihatinkan, Dewan Keamanan PBB Diminta Menindak Junta Militer
Sebelumnya, militer Myanmar mengklaim telah menahan diri dalam menghentikan unjuk rasa. Akan tetapi, mereka juga tidak akan membiarkan para demonstran “mengancam stabilitas” negara.
Pada Sabtu (6/3/2021) ini, di Kota Dawei, pengunjuk rasa kembali turun ke jalan. Mereka meneriakkan berbagai ungkapan yang menolak kediktatoran militer. “Demokrasi adalah tujuan kami! Revolusi harus menang!” ujar demonstran.
Massa penentang kudeta juga menggelar demonstrasi di kota terbesar Myanmar, Yangon.
Sudah berkali-kali ratusan ribu orang di negara itu turun ke jalan, bersumpah untuk melanjutkan aksi.
Sedikitnya satu orang tewas di tangan aparat keamanan dalam aksi protes pada Jumat (5/3/2021) kemarin. Seorang pejabat dari partai Suu Kyi, NLD, dan keponakan remajanya juga ditikam sampai mati oleh massa pendukung militer, menurut laporan media lokal.
Editor: Ahmad Islamy Jamil