Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong
Advertisement . Scroll to see content

Muslim Uyghur Dikabarkan Dilarang Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Pemerintah Otonom Xinjiang

Selasa, 09 Juni 2020 - 14:15:00 WIB
Muslim Uyghur Dikabarkan Dilarang Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Pemerintah Otonom Xinjiang
Dua orang muslim Uyghur berada di bawah pengawasan tentara Pemerintah China di kamp vokasi, Xinjiang
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, China, membantah isu yang menyebut muslim di wilayah tersebut dilarang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Isu tersebut diyakini sengaja dimainkan untuk memicu ketegangan antaretnis.

Dilansir dari Xinhua, isu tersebut muncul di website World Uyghur Congress. Isi beritanya yang disertai video menyebut warga muslim Uighur di wilayah Xinjiang sebagai sasaran persekusi selama Ramadan.

Bukan cuma dilarang menjalankan ritual keagamaan seperti solat, warga etnis Uyghur juga tidak diperkenankan berpuasa selama bulan suci Ramadan.

Juru Bicara Pemerintah Daerah Otonom Xinjiang, Ilijan Anayt, menuding isu tersebut sengaja dimainkan oleh kelompok Turkestan Timur yang berkinginan memisahkan diri dari Xinjiang, China.

Ilijan menegaskan bahwa tidak ada satu pun etnis Uyghur yang mengalami perlakukan diskriminatif karena memiliki keyakinan agama yang berbeda.

Dia memastikan semua kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di tempat ibadah maupun rumah seperti salat dan puasa diatur oleh umat beragama itu sendiri dan dilindungi oleh hukum.

"Niat mereka sangat licik. Tidak dapat dipungkiri bahwa (muslim) Xinjiang telah menikmati aktivitas keagamaan yang harmonis dan teratur selama bulan puasa," kata Iljian.

Lebih lanjut, Iljian juga meluruskan tuduhan kamp vokasi muslim Uyghur di Xinjiang berisiko tinggi terhadap penyebaran virus Covid-19. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar. Data terbaru dari pemerintah setempat menyatakan tidak ada kasus baru Covid-19 dalam 100 hari berturut-turut.

"Melalui kerja keras bersama yang dilakukan oleh semua kelompok etnis di Xinjiang, situasi pandemi di daerah ini teratasi secara efektif," ucapnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut