Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bela Iran, Kelompok Houthi Akan Tembak Kapal Israel yang Lintasi Laut Merah
Advertisement . Scroll to see content

Miris, 400.000 Balita di Yaman Terancam Meninggal Tahun Ini karena Kelaparan

Sabtu, 13 Februari 2021 - 14:25:00 WIB
Miris, 400.000 Balita di Yaman Terancam Meninggal Tahun Ini karena Kelaparan
Sedikitnya 400.000 balita di Yaman terancam meninggal dunia pada 2021 akibat kelaparan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

"Angka-angka ini merupakan bentuk seruan lain untuk bantuan kepada Yaman, di mana setiap anak yang kekurangan gizi juga berarti sebuah keluarga yang berjuang untuk bertahan hidup," kata Direktur Eksekutif WFP, David Beasley, dalam pernyataan bersama, dikutip dari Reuters, Sabtu (13/2/2021).

Disebutkan pula, sebanyak 2,3 juta balita diperkirakan menderita kekurangan gizi akut pada 2021. Malnutrisi akut pada anak dan ibu di Yaman meningkat setiap tahun sejak konflik, didorong tingginya penyakit serta kerawanan pangan.

Selain itu, sekitar 1,2 juta perempuan hamil atau menyusui diproyeksikan mengalami kekurangan gizi akut tahun ini.

PBB menyatakan, Yaman menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Seiring konflik, kemerosotan ekonomi, dan pandemi Covid-19, kurangnya sumbangan pada 2020 turut berkontribusi pada memburuknya krisis kemanusiaan.

Badan-badan PBB tersebut mengaku hanya menerima 1,9 miliar dolar AS dari total 3,4 miliar dolar yang dibutuhkan sebagai dana tanggap kemanusiaan. Program kemanusiaan untuk Yaman bahkan diperkecil.

Konflik di Yaman dimulai dengan perebutan kekuasaan dari pemerintahan sah yang dilakukan pemberontak Houthi pada 2014. Setahun kemudian, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk memulihkan pemerintah Yaman yang digulingkan di Ibu Kota Sanaa. 

Sejak itu perang berkecamuk, Houthi berdalih mereka merebut pemerintahan untuk melawan pejabat korup, sedangkan Saudi dan sekutu menilai ada niat tersembunyi yang dilakukan kelompok bersenjata yang didukung Iran itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut