Mimpi Donald Trump Suatu saat AS dan Iran Akur
Sementara itu kepercayaan Iran terhadap AS tampaknya sudah sangat tipis. Pasalnya Iran dikhianati Trump dua kali. Pertama saat dia menarik AS keluar dari JCPOA dan kedua serangan AS terhadap fasilitas nuklirnya pada 22 Juni padahal kedua negara sedang dalam perindingan nuklir yang sudah berjalan lima putaran.
Wakil Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly, dalam komentar terbaru pemerintah AS pada Selasa (1/7/2025), mengatakan Iran tidak akan pernah bisa membuat senjata nuklir. Kelly menggemakan kembali pernyataan Trump bahwa semua kemampuan nuklir Iran telah dihancurkan dalam serangan tersebut.
"Iran tidak akan pernah mebdapatkan bom nuklir, karena Operasi Midnight Hammer telah menghancurkan kemampuan nuklir mereka," kata Kelly.
Trump sebelumnya mengatakan butuh waktu bertahun-tahun bagi Iran untuk bisa memulai kembali program nuklirnya akibat serangan militernya.
Namun, Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali juga menegaskan, negaranya akan melanjutkan program nuklir untuk energi, tidak punya rencana mengembangkan senjata nuklir.
Editor: Anton Suhartono