Militer Rusia Tembak Jatuh Drone Sendiri, kok Bisa?
MOSKOW, iNews.id - Militer Rusia menjatuhkan pesawat tak berawaknya sendiri setelah keliru mengidentifikasinya sebagai serangan Ukraina.
Dilansir dari thedefensepost, Sabtu (9/6/2023), insiden itu terjadi di Krimea timur, Minggu (4/6/2023) saat baku tembak serangan drone dan artileri antara kedua pasukan.
Kepala wilayah yang ditempatkan Rusia, Sergey Aksyonov awalnya menyatakan pesawat tanpa berawak Ukraina macet dan ditembak jatuh oleh peralatan perang elektronik Rusia.
Dia juga memposting foto puing-puing dari platform yang hancur. Namun postingan itu segera menarik perhatian analis pertahanan internasional.
Rusia Keluar dari Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional, NATO Waswas
Peneliti senior Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri, Rob Lee melihat kemiripan antara drone yang jatuh dan Mohajer-6 Iran yang digunakan Rusia dalam perang. Dia menunjukkan kesamaan yang mencolok di sayap.
Dia mengklaim bahwa drone itu mungkin dihancurkan oleh pertahanan udara Rusia sendiri.
Senjata Nuklir Rusia Dikirim ke Belarusia Juli, Lukashenko: Terima Kasih Vladimir!
Insiden salah indentifikasi ini nyatanya bukan kali pertama terjadi. Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai tahun lalu, pasukan Moskow telah menjadi sasaran kritik dan ejekan internasional atas kegagalan tempur mereka.
Pada September 2022, rudal hipersonik Rusia yang dimaksudkan untuk menyerang Kiev secara tidak sengaja dijatuhkan dari pesawat MiG-31. Rudal itu lantas menghantam sebuah kota di dalam Rusia.
Jepang Akan Kirim Peralatan Militer ke Ukraina, Begini Peringatan Rusia
Sebuah pendorong dilaporkan ditemukan di reruntuhan. Benda itu menunjukkan bahwa rudal tersebut salah sasaran atau tidak sengaja dijatuhkan.
Setelah beberapa bulan, terjadi insiden friendly-fire yang melibatkan helikopter serang Ka-52. Angkatan Udara Ukraina memposting foto helikopter Rusia, yang diduga ditembak jatuh oleh sistem rudal permukaan-ke-udara Pantsir-S1 yang dioperasikan oleh Rusia.
Tak Mau Perang Lawan Rusia, Afrika Selatan Tak Akan Tangkap Presiden Putin
Editor: Umaya Khusniah