Militer Myanmar Tangkap Warga Asing dan Blokir Internet
Turnell merupakan profesor ekonomi dari Universitas Macquarie Sydney. Dia bekerja untuk Suu Kyi sejak beberapa tahun lalu.
Sementara itu pemerintahan Myanmar hasil kudeta memblokir internet untuk membendung unjuk rasa menentang kudeta yang berlangsung di berbagai kota, termasuk Yangon.
Puluhan ribu orang turun ke jalan di kota-kota Myanmar pada Sabtu untuk mengecam kudeta serta mendesak pembebasan Suu Kyi.
Mereka meneriakkan, "Diktator militer, gagal, gagal, Demokrasi, menang, menang".
Pada Sabtu malam sempat beredar rumor Suu Kyi dibebaskan, namun segera dibantah pengacaranya.
Warga mengatakan, pesan itu dibagikan oleh media yang dikelola militer, Myawaddy.
Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, membantah pemimpin berusia 75 tahun itu dibebaskan dan mengatakan masih dalam tahanan.
Kelompok pemantau NetBlocks Internet Observatory melaporkan, pemblokiran internet secara nasional membuat konektivitas turun hingga 16 persen dari normal.
Editor: Anton Suhartono