Menyedihkan, Sekolah dan Klinik di Haiti Kini Dikelola Geng-Geng Kriminal karena Absennya Pemerintah
Laporan PBB itu menyimpulkan bahwa geng-geng tersebut sering melakukan pemerkosaan untuk meneror dan memeras korban. Mereka juga meminta uang dan mengendalikan persediaan makanan. Yang lebih parah lagi, geng-geng itu juga melakukan pembunuhan tanpa pandang bulu dan ratusan penculikan, serta menuntut uang tebusan sebesar 500.000 dolar AS untuk orang-orang asing dan tokoh terkemuka.
Namun, para pemimpin geng itu juga memanfaatkan yayasan sosial untuk sebagai kedok untuk menampilkan citra positif mereka. Mereka menggunakan media sosial untuk memamerkan gaya hidup mewah, namun juga untuk menanamkan teror dengan video penyiksaan dan mutilasi.
Kepolisian Nasional Haiti yang menerima anggaran sangat minim dari pemerintah kini mengalami kekurangan staf yang memprihatinkan. “Mereka juga tidak memiliki perlengkapan dan pelatihan yang memadai,” tulis laporan itu.
Sejak April lalu, masyarakat yang muak atas kondisi negara mereka yang amburadul, akhirnya mengambil jalan sendiri untuk melawan kejahatan geng-geng kriminal. Gerakan main hakim sendiri yang dikenal sebagai “Bwa Kale” telah mengeksekusi ratusan tersangka anggota geng. Namun, laporan PBB juga menyalahkan gerakan tersebut karena melakukan kejahatan dan malah berubah menjadi geng baru.
Editor: Ahmad Islamy Jamil