Menteri Radikal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
YERUSALEM, iNews.id - Seorang menteri Israel menggeruduk Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur, Rabu (13/5/2026), 2 hari menjelang peringatan pendudukan atas Yerusalem. Menteri Urusan Negev dan Galilea, Yitzhak Wasserlauf, menggeruduk kompleks Masjid Al Aqsa.
Wasserlauf merupakan anggota partai sayap kanan Otzma Yehudit yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional yang kontroversial, Itamar Ben Gvir.
Ben Gvir maupun Wasserlauf sebelumnya beberapa kali menggeruduk tempat suci ketiga bagi umat Islam tersebut.
Insiden pada Rabu berlangsung 2 hari sebelum Israel memperingati ulang tahun pendudukan Yerusalem Timur pada 1967 berdasarkan kalender Ibrani.
Sakti! Badan Intelijen Israel Tahan Wakil Sekjen PBB di Bandara Ben Gurion
Organisasi sayap kanan Israel, termasuk para menteri, menyerukan umat Yahudi untuk menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa pada Jumat sebagai bagian dari peringatan.
Mereka juga merencanakan pawai bendera pada Kamis malam di Yerusalem Timur.
Menteri-Menteri Israel Serukan Warga Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa pada 15 Mei
Peggerudukan terhadap Masjid Al Aqsa juga dilakukan puluhan pemukim ilegal Yahudi, Kamis (14/5/2026) pagi. Mereka leluasa memasuki kompleks Al Aqsa di bawah perlindungan pasukan Israel.
Beberapa sumber pejabat lokal mengatakan, para pemukim Israel juga melakukan ritual Talmud di halaman kompleks, di bawah perlindungan pasukan Israel.
Menlu 8 Negara Muslim Kecam Keras Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al Aqsa
Orang Yahudi menganggap Al Aqsa sebagai tempat suci. Mereka percaya bangunan yang disebut Bukit Bait Suci itu dulunya sebagai tempat berdirinya dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengungkap, pemukim ilegal Israel menyerbu Masjid Al Aqsa 30 kali sepanjang April.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Kemudian pada 1980, pemerintah mencaplok seluruh wilayah tersebut, langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Editor: Anton Suhartono