Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lamine Yamal Diserang Israel Usai Kibarkan Bendera Palestina di Parade Barcelona
Advertisement . Scroll to see content

Menteri Radikal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:11:00 WIB
Menteri Radikal Israel Geruduk Masjid Al Aqsa
Menteri Urusan Negev dan Galilea Israel, Yitzhak Wasserlauf, menggeruduk kompleks Masjid Al Aqsa (Foto: A News)
Advertisement . Scroll to see content

YERUSALEM, iNews.id - Seorang menteri Israel menggeruduk Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur, Rabu (13/5/2026), 2 hari menjelang peringatan pendudukan atas Yerusalem. Menteri Urusan Negev dan Galilea, Yitzhak Wasserlauf, menggeruduk kompleks Masjid Al Aqsa.

Wasserlauf merupakan anggota partai sayap kanan Otzma Yehudit yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional yang kontroversial, Itamar Ben Gvir.

Ben Gvir maupun Wasserlauf sebelumnya beberapa kali menggeruduk tempat suci ketiga bagi umat Islam tersebut.

Insiden pada Rabu berlangsung 2 hari sebelum Israel memperingati ulang tahun pendudukan Yerusalem Timur pada 1967 berdasarkan kalender Ibrani.

Organisasi sayap kanan Israel, termasuk para menteri, menyerukan umat Yahudi untuk menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa pada Jumat sebagai bagian dari peringatan. 

Mereka juga merencanakan pawai bendera pada Kamis malam di Yerusalem Timur.

Peggerudukan terhadap Masjid Al Aqsa juga dilakukan puluhan pemukim ilegal Yahudi, Kamis (14/5/2026) pagi. Mereka leluasa memasuki kompleks Al Aqsa di bawah perlindungan pasukan Israel.

Beberapa sumber pejabat lokal mengatakan, para pemukim Israel juga melakukan ritual Talmud di halaman kompleks, di bawah perlindungan pasukan Israel.

Orang Yahudi menganggap Al Aqsa sebagai tempat suci. Mereka percaya bangunan yang disebut Bukit Bait Suci itu dulunya sebagai tempat berdirinya dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengungkap, pemukim ilegal Israel menyerbu Masjid Al Aqsa 30 kali sepanjang April.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967. Kemudian pada 1980, pemerintah mencaplok seluruh wilayah tersebut, langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut