Menteri Radikal Israel Desak Netanyahu Tangkap dan Bunuh 200 Anggota Hamas
“Perdana Menteri melanjutkan sikap tegasnya untuk melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Jalur Gaza sambil menggagalkan ancaman teroris terhadap pasukan kita,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Al Jazeera, Rabu (5/11/2025).
Pernyataan itu sekaligus membantah laporan media sebelumnya yang menyebutkan adanya kemungkinan “perjalanan aman” bagi para anggota Hamas yang setuju menyerahkan senjata serta jenazah sandera Israel.
Tekanan Politik dari Sayap Kanan
Desakan Smotrich dan Ben Gvir mencerminkan meningkatnya tekanan politik di dalam pemerintahan Netanyahu, terutama dari faksi sayap kanan ultranasionalis yang menuntut tindakan militer lebih keras terhadap Hamas dan penduduk Gaza.
Kedua menteri itu dikenal sebagai sosok yang menentang setiap bentuk negosiasi atau kompromi dengan kelompok Palestina. Mereka bahkan sering menyerukan pengusiran massal warga Gaza dan perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Tekanan dari dua menteri radikal ini diyakini semakin mempersempit ruang manuver Netanyahu, yang kini tengah berupaya menyeimbangkan tekanan internasional agar menghentikan perang dengan desakan dari dalam negeri untuk melanjutkan operasi militer besar-besaran di Gaza.