Menteri Pertahanan Nigeria Mundur di Tengah Gelombang Penculikan Ratusan Siswa Sekolah
Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu menetapkan Nigeria sebagai Negara dengan Perhatian Khusus (CPC), sebutan dari Departemen Luar Negeri (Deplu) untuk pihak yang dianggap melakukan pelanggaran kebebasan beragama. Trump menuduh pemerintah Nigeria mengabaikan pembunuhan terhadap umat Kristen oleh kelompok militan. Trump juga mengancam akan melakukan intervensi militer.
Presiden Tinubu membantah keras tuduhan itu dengan alasan kelompok militan membunuh semua orang, termasuk Muslim yang bahkan jumlahnya lebih besar dibandingkan umat Kristen.
Kelompok bersenjata Nigeria menangkap lebih dari 300 guru dan staf di sekolah St Mary pada 21 November. Sebanyak 50 di antaranya berhasil kabur, namun sisanya masih ditawan.
"Anak-anak itu dalam kondisi baik-baik saja dan akan segera pulang," kata Penasihat Keamanan Nasional Nigeria, Nuhu Ribadu.
Sebelumnya kelompok bersenjata lain menculik puluhan siswa sekolah menengah di Negara Bagian Niger.
Militer Nigeria pun bergerak cepat dengan memburu para pelaku. Namun kelompok tersebut semakin berbuat ulah dengan menculik lebih banyak warga. Bukan hanya siswa sekolah, jemaat dan pendeta, pengantin perempuan dan pengiringnya, sampai petani, di berbagai wilayah Nigeria juga menjadi target penculikan.
Editor: Anton Suhartono