Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Mungkin Lanjutkan Serang Iran setelah Musim Haji
Advertisement . Scroll to see content

Menteri hingga Ajudan Ramai-Ramai Tinggalkan Trump usai Kerusuhan di Capitol

Jumat, 08 Januari 2021 - 10:32:00 WIB
Menteri hingga Ajudan Ramai-Ramai Tinggalkan Trump usai Kerusuhan di Capitol
Menteri Perhubungan AS, Elaine Chao. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Selain Chao, terdapat beberapa pejabat lainnya yang memutuskan hengkang dari Gedung Putih dalam waktu kurang dari dua minggu masa kepresidenan Trump yang tersisa. Di antara mereka ada Wakil Penasihat Keamanan Nasional, Matt Pottinger, yang secara tiba-tiba mundur pada Rabu.

Setelah itu, Direktur Senior Urusan Eropa dan Rusia di Dewan Keamanan Nasional, Ryan Tully, juga mengambil langkah yang sama. Hal itu membuat rencana awal Trump untuk melaksanakan transisi masa jabatan secara tertib jadi tak berjalan mulus.

Utusan khusus pemerintah AS untuk Irlandia Utara, Mick Mulvaney, juga mengundurkan diri. “Saya tidak akan terkejut melihat lebih banyak teman saya yang akan mundur dalam 24 hingga 48 jam ke depan,” kata mantan kepala staf Gedung Putih itu.

Selain itu, Wakil Asisten Sekretaris Departemen Perdagangan AS, John Costello juga mengumumkan pengunduran diri lewat cuitannya di Twitter. “Peristiwa (kerusuhan) kemarin adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam demokrasi kita, yang dihasut oleh presiden yang tengah menjabat,” cutinya.

Pejabat lainnya di Dewan Keamanan Nasional (NSC) dikabarkan juga akan mundur. Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang keamanan nasional AS menjelang pemerintahan baru Biden mengambil alih kekuasaan. Di antara pejabat itu terdapat Penasihat Keamanan Nasional, Robert O'Brien, yang diisukan tengah mempertimbangkan untuk mundur dalam waktu dekat.

Kepala staf Ibu Negara Melania Trump, Stephanie Grisham, juga mengundurkan diri pada Rabu. Sumber lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa Sekretaris Sosial Gedung Putih, Rickie Niceta, juga mundur. Begitu pula Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Matthews.

Hengkangnya menteri, para pejabat, hingga ajudan Trump semakin membuatnya terisolasi. Kini, Trump hanya mengandalkan sekelompok kecil loyalis fanatiknya, dan menyingkirkan siapapun yang berani menentangnya. Seperti Penasihat Departemen Luar Negeri untuk Iran, Gabriel Noronha, yang dipecat setelah menyebut Trump tidak layak untuk tetap menjabat.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut