Menlu AS Antony Blinken Batal Berkunjung ke China, Buntut Insiden Balon Mata-Mata
Pada Jumat kemarin, China menyatakan penyesalannya karena balon itu tersesat ke wilayah AS. Menurut Beijing, balon yang disebut “kapal udara” itu hanya digunakan untuk keperluan riset meteorologi sipil dan dengan tujuan ilmiah semata, bukan untuk memata-matai.
Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan, Pemerintah AS sudah mengetahui pernyataan China itu. “Akan tetapi, kehadiran balon ini di wilayah udara kami, jelas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan kami serta hukum internasional. Hal ini tidak dapat diterima,” ucapnya.
Juru Bicara Pentagon, Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengatakan, balon itu telah mengubah arah dan melayang ke arah timur sekitar 18.300 meter di atas pusat Amerika Serikat. Balon itu menunjukkan kemampuan untuk bermanuver.
Ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik, Michael McCaul, mengatakan balon pengintai China itu seharusnya tidak diizinkan masuk wilayah udara AS dan bisa saja ditembak jatuh di atas air.
“Saya menyerukan kepada pemerintahan Biden (Presiden AS Joe Biden) untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengeluarkan balon mata-mata China dari wilayah udara AS,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan.