Mengintip Program Makan Siang Bergizi di Jepang termasuk Biaya dan Menu
Meski demikian, lanjut dia, di beberapa daerah tertentu yang penyajiannya diserahkan kepada kitchen center yang memasok untuk beberapa sekolah sekaligus.
"Misalnya untuk satu kitchen center untuk 1.000 meal (porsi) itu juga bisa. Bisa jadi 1 kitchen center untuk 10.000 porsi. Mungkin di situ nanti ada lima line fasilitas yang bisa dipenuhi," ujarnya.
Dia menekankan, sekolah yang memiliki dapur sendiri untuk mengolah makan siang bergizi tetap lebih baik dibandingkan dengan kitchen center. Ini karena bisa terjalin kedekatan antara makanan dengan setiap siswa.
"Kenapa kalau di dalam sekolah (perlu) ada dapur, ada kedekatan murid lebih terhadap makanan itu. Bisa jadi saat istirahat mereka keluar kelas bisa mencium dapur dari dalam sekolah," tuturnya.
Di Jepang, makan siang bergizi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan nutrisi para siswa, melainkan pembelajaran. Itulah sebabnya program ini masuk dalam jam pelajaran, bukan dilakukan waktu istirahat.
Aiba menjelaskan, jika program makan siang bergizi dilakukan seperti istirahat, para siswa tak akan memaknai program itu sebagai sesuatu yang penting. Anak-anak akan makan asal-asalan, tidak mengikuti panduan, termasuk bagaiaman mengunyah makanan dengan baik.