Mengenal Pasukan Stabilisasi Internasional yang Akan Dikirim Indonesia ke Gaza Beserta Tugasnya
JAKARTA, iNews.id - Indonesia akan mengirim 8.000 personel TNI ke Jalur Gaza yang akan bertugas di bawah Pasukan Stabiliasi Internasional (ISF). Bahkan Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan menjalankan mandat Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden AS Donald Trump, yang disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB pada November 2025 itu.
Apa sebenarnya ISF itu dan apa saja tugasnya?
Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang diusulkan AS untuk mendukung rencana 20 poin perdamaian usulan Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Di antara klausul tersebut mendukung pembentukan dan pengerahan ISF guna memberikan jaminan keamanan dan pengawasan terhadap pelaksanaan gencatan senjata di Gaza.
Netanyahu Tegaskan Israel Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Saya Sudah Tanda Tangan!
Secara teori, ISF akan bekerja sama dengan Mesir dan Isael untuk melakukan demiliterisasi atau pelucutan senjata di Gaza.
ISF merupakan pasukan multinasional yang dikerahkan ke Gaza untuk menjalankan beberapa mandat. Selain menjamin keamanan, personel ISF juga akan melatih polisi juga demiliterisasi Gaza, melindungi warga sipil, menjalankan operasi kemanusiaan, termasuk mengamankan koridor kemanusiaan.
Hamas Tolak Serahkan Senjata dan Intervensi Asing: Gaza Milik Palestina!
Mandat lain mencakup penghancuran dan pencegahan pembangunan kembali infrastruktur militer, teror, dan ofensif, yang mungkin memerlukan penegakan hukum proaktif ketimbang sebatas fungsi konvensional dari pasukan penjaga perdamaian PBB.
Pasukan ISF juga bertugas melatih polisi Palestina yang akan dibentuk. Keanggotaan polisi bukan dari Hamas maupun Pemerintah Otoritas Palestina.
ISF beroperasi di bawah komando terpadu, pasukan ini mungkin berada di bawah kepemimpinan AS, khususnya melibatkan seorang jenderal bintang dua Angkatan Darat AS, sambil bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian Gaza.