Mencekam! Baku Tembak di Luar Gedung Putih, Pelaku Tewas
WASHINGTON, iNews.id - Baku tembak antara seorang pria dengan pasukan pengawal presiden (paspampres) Amerika Serikat (AS) Dinas Rahasia terjadi di pos pemeriksaan Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (23/5/2026) petang waktu setempat.
Hasil penyelidikan awal Dinas Rahasia mengungkap, seorang pria datang membawa senapan laras panjang lalu melepaskan tembakan ke arah petugas yang berjaga di pos pemeriksaan keamanan di luar Gedung Putih.
Petugas merespons dengan menembaki pelaku yang kemudian dinyatakan tewas di rumah sakit.
“Selama baku tembak, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan awal dari pelaku atau selama baku tembak berikutnya,” kata seorang juru bicara Dinas Rahasia, dikutip dari CNN, Minggu (24/5/2026).
Saksi mata, termasuk para jurnalis, menggambarkan suasana mencekam di dalam Gedung Putih. Mereka mendengar puluhan kali tembakan di dekat Gedung Putih lepas pukul 18.00 waktu setempat. Akibat kejadian itu, Gedung Putih di-lockdown selama 40 menit. Wartawan juga dilarang ke lokasi untuk meliput, mereka dikumpulkan ke ruang briefing dengan alasan keamanan.
Presiden Donald Trump berada di kediaman dinas dalam kompleks Gedung Putih, namun tidak terdampak sama sekali. Trump juga telah mendapat pengarahan dari Dinas Rahasia seputar kejadian tersebut.
Dia membatalkan liburan panjang Hari Pahlawan pada akhir pekan ini dan memutuskan tetap berada di Gedung Putih terkait situasi mengenai Iran.
Otoritas belum merilis secara resmi identitas pelaku. Namun seorang sumber pejabat penegak hukum mengatakan pelaku diidentifikasi sebagai Nasire Best (21). Dia sebelumnya pernah berurusan dengan Dinas Rahasia, termasuk insiden pada Juni 2025 saat dia memblokir jalur masuk di Gedung Putih.
Best saat itu mengaku dirinya sebagai tuhan kemudian ditahan oleh Dinas Rahasia. Dia lalu dirawat di Institut Psikiatri Washington untuk pemeriksaan kejiwaan.
Sebulan kemudian Best kembali ditangkap karena memaksa masuk kompleks Gedung Putih.
Hasil penyelidikan insiden tahun lalu, Best diketahui membuat berbagai pernyataan di media sosial, termasuk mengklaim dirinya sebagai "Osama bin Laden yang sebenarnya." Selain itu ada setidaknya satu posting-an menunjukkan keinginannya untuk mencelakai Trump.
Editor: Puti Aini Yasmin