Memanas, 49 Tentara Armenia Tewas dalam Pertempuran dengan Pasukan Azerbaijan
Sementara itu Azerbaijan menuduh Armenia melakukan aktivitas intelijen di sepanjang perbatasan serta memindahkan senjata. Pemerintahan Baku menyebut militernya yang lebih dulu diserang oleh Armenia.
Media Azerbaijan melaporkan, kesepakatan gencatan senjata dilanggar padahal baru diberlakukan pada Selasa pagi.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Antony Blinken mendesak kedua pihak menahan diri dan menghentikan serangan.
"Seperti telah lama kami sampaikan, tidak akan ada solusi militer untuk konflik tersebut. Kami mendesak diakhirinya pertikaian militer segera," kata Blinken.
Konflik kedua negara ini juga menjadi ujian bagi hubungan baik Rusia dan Turki. Rusia memiliki pangkalan militer di Armenia dan sekutu dekat negara itu. Sementara Turki mendukung Azerbaijan.
Menteri Pertahanan Armenia dan Rusia berbicara pada Selasa pagi dan setuju untuk mengambil langkah-langkah guna menstabilkan keamanan di perbatasan. Sementara itu Menlu Turki Mevlut Cavusoglu melakukan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, seraya menyerukan agar Armenia menghentikan provokasi.
Rusia mengirim ribuan personel penjaga perdamaian ke wilayah tersebut pada 2020 sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang 6 pekan. Konflik terakhir itu memberikan keuntungan bagi Azerbaijan yang berhasil menguasai Nagorno-Karabakh.
Editor: Anton Suhartono