Mehran Karimi Nasseri, Pria yang Terjebak di Bandara Selama 18 Tahun
Setelahnya, Mehran Karimi Nasseri menghabiskan waktu bertahun-tahun di Eropa untuk mencari negara yang bersedia memberikannya suaka politik. Beruntungnya, Komisaris Tinggi untuk Pengungsi di PBB pada tahun 1981 bersedia memberikannya status sebagai pengungsi.
Dengan status itu, ia dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan di negara-negara Eropa. Mehran Karimi Nasseri memilih kembali ke Inggris untuk tinggal.
Namun semuanya tidak berjalan sesuai rencana, Mehran Karimi Nasseri kehilangan koper berisi surat-surat pengungsi. Ia baru menyadarinya ketika tengah berada di Bandara Internasional Charles de Gaulle.
Tanpa surat-surat tersebut, Mehran Karimi Nasseri tidak bisa diterima di Inggris maupun di Perancis. Ia pun hanya bisa terhenti di bandara karena tempat itu merupakan ruang internasional yang tidak didefinisikan sebagai sebuah negara.
Selama terjebak di bandara, Mehran Karimi Nasseri menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca dan mengamati orang-orang yang lalu lalang. Ia akan mengisi perutnya di McDonald’s dan mandi di toilet bandara. Sesekali ia akan menerima sumbangan.