Massa Hindu Garis Keras Serang Desa Muslim di India, Rusak Masjid dan Jarah Properti Warga
Dia menuturkan, umat Islam selaku komunitas minoritas di wilayah itu tidak punya pilihan selain melarikan diri dari desa mereka. Terdapat 80 rumah yang dihuni oleh keluarga Muslim di Dorana.
“Mereka menanamkan ketakutan di hati penduduk desa. Mereka mengusir penduduk desa dengan tongkat, dan bahkan menembaki mereka. Para pengacau terutama menyasar tujuh atau delapan rumah besar dan menjarah dua toko,” kata Hakim.
Uang dan perhiasan senilai 900.000 rupee milik pria itu juga dirampok para pengacau. Menurut Hakim, rumahnya—termasuk perabotan di dalamnya—dihancurkan gerombolan itu dengan senjata yang mereka bawa. Para pengacau itu bahkan berani melakukan kekerasan di hadapan polisi.
Kekerasan di Dorana terungkap setelah beberapa klip video muncul di media sosial sejak Rabu (30/12/2020) lalu. Dalam video itu, seorang perusuh tampak melepaskan bendera Islam di sebuah masjid dan menempatkan bendera kunyit di menara rumah ibadah itu sambil meneriakkan “Jai Shri Ram!” (Kemenangan untuk Dewa Rama!).
Klip video tersebut memicu banyak kemarahan publik di India. Presiden Majelis Persatuan Muslim Seluruh India, Asaduddin Owaisi, menganggap Menteri Utama (setara gubernur) Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chauhan, bertanggung jawab atas kekerasan terhadap Muslim di negara bagian itu.
Untuk diketahui, Madhya Pradesh dikuasai oleh Bharatiya Janata Party (BJP), partai nasionalis Hindu berhaluan keras yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi.
In #Dorana village of MP #Mandsaur district, Hindutva Goons took down mosque flags, vandalized the mosque,
— Ali's Strong Voice (@AlisStrongVoice) December 29, 2020
No Hindutva will arrest under NSA or UAPA its Reserved for Muslims only #Islamophobia @RanaAyyub pic.twitter.com/i6I1UBVx0L
Editor: Ahmad Islamy Jamil