Masjid di Prancis Diancam Bakal Dibakar, Mendagri: Ini Tak Dapat Diterima
Perdana Menteri Jean Castex pada Selasa kemarin mengatakan kepada parlemen bahwa Prancis membutuhkan undang-undang yang melarang membahayakan nyawa orang lain melalui jaringan media sosial.
Insiden masjid dibakar atau menjadi sasaran vandalisme bukan hal yang asing di Eropa. Aksi Islamofobia pun makin marak di benua itu, yang sebagian di antaranya dibungkus dengan dalih kebebasan berekspresi.
Sebuah masjid di Kota Itzehoe, Schleswig-Holstein, Jerman, dibakar orang tak dikenal, Kamis (15/10/2020) pekan lalu. Takmir masjid menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kepolisian Jerman mencatat, setidaknya ada 188 insiden Islamofobia sepanjang paruh pertama 2020. Data itu seperti diungkap oleh Kementerian Dalam Negeri Jerman pada awal Oktober ini.
Sedikitnya 15 masjid diserang dan puluhan Muslim mengalami kekerasan secara fisik ataupun verbal di jalanan maupun di tempat umum di Jerman. Sementara, sembilan orang lainnya mengalami luka akibat serangan dengan motif yang sama.
Sementara, di negara-negara Skandinavia (Denmark, Swedia, dan Norwegia), aksi pembakaran dan perobekan Alquran menjadi begitu marak dalam beberapa bulan terakhir.
Editor: Ahmad Islamy Jamil