Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Masjid Biru dan Makam Imam Bukhari, Jejak Diplomasi Soekarno di Rusia

Jumat, 17 Agustus 2018 - 08:09:00 WIB
Masjid Biru dan Makam Imam Bukhari, Jejak Diplomasi Soekarno di Rusia
Masjid Raya Saint Petersburg atau Masjid Biru dipenuhi jamaah saat Ramadan (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

Permintaan itu diamini Soekarno. Tapi sebelum pulang ke Tanah Air, dia meminta kepada pemimpin Uni Soviet kala itu, Nikita Khrushchev, untuk mengembalikan fungsi masjid. Khrushchev pun memenuhi permintaan Soekarno. Tak lama kemudian, menara-menara Masjid Biru kembali menggemakan suara azan.

Masjid Biru dibangun oleh arsitek Nikolai Vasilyev atas izin Tsar Nikolai II pada 1907. Vasilyev memberi ornamen berwarna toska pada kubahnya. Inilah yang membuatnya disebut Masjid Biru.

Selain Masjid Biru, ada jejak Islam lainnya di Rusia yang berhasil diungkap, atas peran Soekarno. Pada 1961, Khrushchev mengundang Soekarno ke Moskow.

Dia bersedia datang tapi meninggalkan syarat, yaitu Khrushchev harus dapat menemukan makam seorang perawi hadits Nabi Muhammad SAW, Imam Bukhari. Khrushchev pun memerintahkan jajarannya untuk menemukan makam.

Pada awalnya, Khrushchev gagal memenuhi permintaan Putra Sang Fajar. Soekarno pun tetap berkomitmen, tak akan berangkat sampai makam Imam Bukhari ditemukan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut