Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai
TEHERAN, iNews.id - Iran masih memiliki ketidakpercayaan yang dalam kepada Amerika Serikat (AS) meski kedua negara segera menandatangani kesepakatan damai yakni pada Jumat (19/6/2026). Ini berdasarkan pengalaman bahwa AS pernah mengkhianati perundingan damai dengan menyerang Iran dua kali yakni pada Juni 2025 dan Februari 2026.
“Sayangnya, harus diakui bahwa ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap AS berasal dari sejarah panjang kesalahan yang dilakukan oleh para pemimpin AS,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmail Baghaei, seperti dikutip dari AFP, Selasa (16/6/2026).
Dia menambahkan AS harus membuktikan diri terlebih dulu bahwa mereka bisa dipercaya. Untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari Iran, AS harus membuktikan komitmennya untuk waktu yang panjang.
“AS masih memiliki jalan panjang sebelum bisa mendapatkan kepercayaan rakyat Iran,” katanya.
Baghaei menambahkan, nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang akan diteken pada Jumat mendatang hanya langkah untuk mengurangi ketegangan.