Mantan Presiden Rusia Sebut Serangan AS Gagal Hancurkan Nuklir Iran
Pernyataan Medvedev muncul sebagai respons atas komentar Donald Trump di platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menyebut ada pejabat Rusia yang "dengan santai" menyebut kemungkinan memasok hulu ledak nuklir ke Iran bersama beberapa negara lain. Trump mempertanyakan apakah Medvedev benar-benar menyampaikan pernyataan seperti itu dalam percakapan internal.
Lebih lanjut, Medvedev juga menyuarakan kekhawatiran terhadap masa depan perjanjian pengendalian senjata nuklir New START antara Rusia dan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa perjanjian itu terancam tidak diperpanjang jika ketegangan global terus meningkat.
“Pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi selanjutnya?” katanya, menutup pernyataan dengan nada waspada.
Ketegangan antara Rusia dan AS terkait isu nuklir semakin memperumit situasi geopolitik global, terutama di tengah konflik yang masih membara di Timur Tengah antara Israel dan Iran, meskipun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata pada 24 Juni lalu.
Editor: Anton Suhartono