Mantan Pejabat AS Peringatkan NATO untuk Siap Perang Nuklir Lawan Rusia
NATO, lanjut dia, harus melengkapi jet tempur dan kapal selam dengan senjata nuklir taktis guna mencegah serangan serupa dari Rusia.
"(NATO harus) Mmeyakinkan para pemimpin Rusia bahwa sepenuhnya siap untuk melawan penggunaan nuklir terbatas dengan respons nuklir yang efektif secara militer,” ujarnya, seperti dilaporkan kembali RT, Kamis (5/10/2023).
Doktrin nuklir Rusia membolehkan penggunaan senjata pemusnah massal itu jika negaranya diserang lebih dulu. Selain itu Rusia bisa menggunakan nuklir jika eksistensi negara terancam oleh senjata nuklir maupun senjata konvensional asing.
Doktrin itu tidak berubah sejak 2010, tidak terkecuali dalam penggunaan senjata nuklir taktis, yang kekuatannya jauh lebih lemah dibandingkan senjata nuklir strategis.
Weaver melanjutkan, Rusia bisa saja melancarkan serangan ke negara-negara anggota NATO di Eropa jika AS sibuk memerangi China atas Taiwan. Dia menilai skenario itu bisa terjadi.
Untuk mengatasi hal ini, dia merekomendasikan NATO memindahkan kemampuan serangan lebih presisi ke Eropa, membentuk beberapa divisi lapis baja modern di negara-negara Baltik dan Eropa Timur, serta menekan anggota NATO di Eropa untuk memberikan kemampuan militer konvensional.
Dalam artikel itu dia tidak menjelaskan dampak terhadap negara-negara jika perang nuklir dengan Rusia terjadi.
Editor: Anton Suhartono