Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Menlu AS Usul Ukraina Relakan Sebagian Wilayahnya untuk Rusia, Begini Komentar Zelensky

Kamis, 26 Mei 2022 - 06:33:00 WIB
Mantan Menlu AS Usul Ukraina Relakan Sebagian Wilayahnya untuk Rusia, Begini Komentar Zelensky
Volodymyr Zelensky (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Dia lalu menyindir dengan mengatakan kalender Kissinger mungkin tak tidak ada tahun 2022, melainkan 1938. Seolah-olah, Kissinger sedang berbicara kepada audiens di Munich, merujuk pada kesepakatan 1938, bukan di Davos.

Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman pada 1938 meneken perjanjian di Munich yang memberi pemimpin Nazi Adolf Hitler tanah di Cekoslowakia. Pemicunya mirip dengan invasi Rusia saat ini, yakni gagalnya upaya untuk membujuknya agar menghentikan ekspansi lebih lanjut. Seperti diketahui Rusia kini fokus dalam pertempuran di timur Ukraina, termasuk Donbass.

Sindiran yang sama juga disampaikan Zelensky terkait tulisan NYT.

"Mungkin New York Times juga menulis hal serupa pada 1938. Tapi saya ingatkan, sekarang sudah tahun 2022," tuturnya.

"Mereka yang menyarankan agar Ukraina menyerahkan sesuatu kepada Rusia, tokoh geopolitik hebat ini, tidak pernah melihat rakyat biasa, warga Ukraina biasa, jutaan orang yang tinggal di wilayah yang mereka usulkan untuk ditukar dengan perdamaian yang ilusi," ujarnya, menambahkan.

Italia dan Hongaria sebelumnya juga mendesak Uni Eropa untuk menyerukan gencatan senjata dan pembicaraan damai dengan Rusia. Sikap kedua negara itu bertentangan dengan negara-negara Eropa lainnya yang keras terhadap Rusia.

Mengomentari usulan itu, penasihat Zelensky, Oleksiy Arestovych, mengatakan beberapa negara Eropa ingin Ukraina membuat konsesi dengan Presiden Vladimir Putin.

"Tidak ada yang akan memperdagangkan 1 gram kedaulatan kami atau 1 milimeter wilayah kami. Anak-anak kami sekarat, tentara terbunuh oleh peluru, sementara mereka menyuruh kami menyerahkan wilayah. Enyahlah! Ini tidak akan pernah terjadi," katanya, dengan emosi. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut