Makna Mendalam Bendera Baru Suriah Pasca-Tumbangnya Assad, Ini Sejarahnya
JAKARTA, iNews.id - Bendera resmi Suriah telah berganti seiring tumbangnya rezim Bashar Al Assad. Warga Suriah, kantor-kantor pemerintah, serta misi diplomatik di banyak negara, termasuk Indonesia, telah mengubah bendera yang lama dengan baru.
Bendera Suriah yang baru terdiri atas tiga garis, yakni garis hijau di atas, putih di tengah, dan hitam di bawah. Pada garis putih terdapat tiga bintang berwarna merah.
Sementara bendera lama berwarna merah di atas, putih di tengah, dan hitam di bawah. Di garis putih terdapat dua bintang berwarna hijau.
Bendera baru Suriah diperkenalkan oleh kelompok oposisi bersenjata Suriah Hayat Tahrir Al Sham (HTS) sejak menggulirkan perlawanan terbaru melawan pasukan rezim Bashar Al Assad.
Assad Tumbang, Kedubes Suriah di Jakarta Ganti Bendera jadi Bintang Tiga
Bendera ini dengan cepat menyebar ke seluruh Suriah, hingga ke negara-negara lain yang memiliki banyak populasi warga Suriah. Setelah itu kantor-kantor misi diplomatik Suriah di banyak negara mulai menggunakannya.
Bendera oposisi tersebut memiliki makna sejarah yang mendalam, bermula dari perjuangan Suriah untuk meraih kemerdekaan.
Sosok Abu Mohammed Al Julani, Pemimpin Pemberontak Suriah yang Berhasil Gulingkan Bashar Al Assad
Bendera ini pertama kali dikibarkan di Ibu Kota Damaskus pada 1 Januari 1932. Saat itu masih dalam penjajahan Prancis.
Tidak heran bendera ini mendapat julukan sebagai "Bendera Kemerdekaan" yakni setelah Prancis mengakui kemerdekaan Suriah pada 17 April 1946.
Pemberontak Gulingkan Presiden Bashar Al Assad, KBRI Imbau WNI di Suriah Tak Keluar Rumah
Keabsahan bendera ini semakin diperkuat ketika secara resmi diabadikan dalam Konstitusi Suriah pada 1950 yang menetapkan desainnya yakni tiga garis horizontal hijau, putih, dan hitam, dengan tiga bintang merah pada garis putih.
Bendera ini menjadi simbol resmi Suriah sampai 1958 atau saat penyatuan negara itu dengan Mesir di bawah Presiden Gamal Abdel Nasser. Akibatnya bendera mengalami adaptasi seperti yang berlaku pada masa pemerintahan Assad.