Macron Sebut Israel Tak Akan Bisa Hancurkan Hamas
Netanyahu, kata Macron, terkesan menganggap pembebasan para sandera Israel bukan prioritas. Hal ini ditunjukkan dengan serangan masif yang terus berlangsung di Kota Gaza.
"Prioritas utama Netanyahu bukan pembebasan sandera. Dia tidak akan melancarkan serangan terbaru di Kota Gaza jika benar dan dia juga tidak akan menyerang negosiator (Hamas) di Qatar," ujar Macron.
Dia menegaskan kembali seruan Prancis untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza seraya menekankan pengakuan Prancis atas negara Palestina bertujuan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.
Macron lalu mendesak Amerika Serikat (AS) untuk terus menekan Israel menghentikan kebiadabannya di Gaza.
"Satu-satunya negara dengan cara yang sangat konkret untuk menekan," katanya.
Jika Israel tak mengubah perilakunya, lanjut Macron, Uni Eropa akan mempertimbangkan sanksi untuk Israel.
Dia juga menyoroti ancaman para pejabat Israel yang akan mempercepat pencaplokan Tepi Barat sebagai respons dari masifnya pengakuan negara Palestina.
"Setiap langkah Israel untuk mencaplok Tepi Barat yang akan melewati "garis merah" bagi Prancis, dan memperingatkan bahwa menutup konsulat Prancis di Yerusalem akan menjadi kesalahan besar," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono