Lembaga Penelitian AS Sebut Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Tembus 100.000 Orang
Para peneliti juga telah menghitung dampak perang terhadap harapan hidup di Jalur Gaza.
Sebelum perang, harapan hidup perempuan adalah 77 tahun dan laki-laki 74 tahun. Untuk 2024, para demografer memproyeksikan angka 46 tahun untuk perempuan dan 36 tahun untuk laki-laki.
Hal ini menunjukkan bahwa jika pertempuran berlanjut tanpa batas waktu, seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, warga Palestina hanya akan mencapai usia rata-rata ini. Angka-angka ini menunjukkan betapa berbahayanya kehidupan bagi penduduk sipil di Jalur Gaza.
Hingga saat ini, satu-satunya sumber resmi untuk jumlah korban tewas dan luka adalah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Berdasrakan data hingga Senin (24/11/2025), jumlah korban tewas mencapai 67.173 orang.
Berbagai lembaga penelitian internasional menyebut angka dari Kementerian Kesehatan Palestina cenderung konservatif. Jumlah sebenarnya bisa jauh lebih banyak lagi dari data resmi.
Berbagai studi secara konsisten menunjukkan tingginya jumlah kematian yang tidak dilaporkan.
Kementerian Kesehatan hanya menghitung kematian yang terkonfirmasi, misalnya, mereka yang memiliki surat keterangan kematian dari rumah sakit. Karena banyak rumah sakit harus menghentikan operasi normal selama perang, kementerian juga menggunakan pemberitahuan kematian dari kerabat. Jumlah korban tewas itu belum termasuk mereka yang masih terkubur di reruntuhan bangunan.
Editor: Anton Suhartono