Laporan Pemerkosaan Muslimah Uighur di Kamp Xinjiang Bikin Inggris dan China Makin Tegang
BEIJING, iNews.id - Media penyiaran Inggris BBC mendapat kecaman dari pemerintah dan rakyat China terkait laporan adanya pemerkosaan dan penyiksaan terhadap muslimah Uighur serta etnis lainnya di kamp Xinjiang, Rabu (3/2/2021).
Laporan itu didasarkan atas pengakuan beberapa mantan tahanan serta mantan penjaga kamp yang mengalami dan menyaksikan langsung perlakuan tersebut.
Seorang mantan tahanan sekaligus korban, Tursunay Ziawudun, mengisahkan para pelaku memakai masker saat beraksi meski saat itu belum memasuki pandemi Covid-19. Mereka datang ke sel lepas tengah malam untuk memilih perempuan yang mereka inginkan lalu membawanya ke koridor menuju ruang tanpa kamera CCTV. Para perempuan dibawa ke ruangan tersebut selama beberapa malam.
"Mungkin ini bekas luka paling tak terlupakan selamanya untuk saya. Saya bahkan tidak ingin perkataan ini keluar dari mulut saya," ujarnya perempuan yang menghabiskan 9 bulan di kamp tersebut.
Laporan Sebut Muslimah Uighur Diperkosa di Kamp Xinjiang, Begini Komentar China
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Jumat (5/2/2021), mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, laporan BBC tersebut tidak memiliki dasar faktual. Bahkan surat kabar yang didukung Partai Komunis, Global Times, menyebut BBC melanggar etika jurnalistik.
BBC menegaskan pelaporannya adil dan tidak memihak. Hal itu sempat menjadi trending topic di platform media sosial Weibo.
China Jatuhkan Sanksi ke Mantan Menlu AS Pompeo karena Muslim Uighur, Disebut Pembohong dan Badut
“Saya sangat curiga BBC telah dihasut oleh badan intelijen AS dan Inggris untuk menjadi benteng perang opini publik Barat melawan China,” ujar Hu Xijin, pemimpin redaksi Global Times, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/2/2021).
Sementara itu pengguna Weibo menuduh BBC menyimpan prasangka buruk terhadap China.
“BBC sudah lama bermarkas di Beijing, namun selalu menyimpan prasangka ideologis dan menyiarkan berita palsu, sengaja mencemarkan nama baik China. Setelah bertahun-tahun, sudah waktunya kami mengambil tindakan,” kata salah satu pengguna Weibo.
Selain soal pemerkosaan muslimah Uighur, Kemlu China juga menuding BBC membuat berita palsu soal Covid-19. Kemlu mendesak BBC meminta maaf karena memolitisasi pandemi dengan menyebut China menutup-nutupi Covid-19 sejak awal.
Media pemerintah China meningkatkan serangan terhadap media Inggris dalam beberapa pekan terakhir, di tengah sengketa diplomatik antara kedua negara yang semakin meningkat. Begitupun dengan Inggris.
Pada Kamis (4/2/2021) regulator komunikasi Inggris, Ofcom, mencabut izin siaran stasiun televisi pemerintah China, CGTN. Ofcom menuding stasiun televisi tersebut dikendalikan penuh oleh Partai Komunis China.
Juru Bicara Kemlu China Wang Wenbin mengecam keputusan Ofcom, dengan menyebut tindakan tersebut bernuansa politis. Dia memperingatkan Ofcom, China bisa saja menempuh langkah serius.
Editor: Anton Suhartono